Esensi Takwa
dalam perjuangan Islam
السلام
عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله الد وقف من
شاء من عباده لاداء فضل الطاعات واكتساب اكمال السعادات. واشهد ان لااله الاالله
المتصف بجميع الكمالات واشهد ان شيدنامحمدعبدهورسوله افضل المخلوقات صلى الله عليه
وسلموعلى اله واصحابه صلاة وسلاما دا غين ما دامت الارض والسموات
Early speech :
Yang kami mulyakan shohibussamahah wasaadah murobbirhbina pengasuh Pomdok
Pesantren Assirojiyyah beserta segenap keluarga yang kami mulyakan dan kami
taati.
Yang kami kormati Ketua umum
beserta Majlis kelurga juga yang kami kulyakan ketuia Biro Libang sam'an
Watoatan.
Yang kami Kulyakan segenap
jajaran asatidz pondok pesantren assirojiyyah.
Juga tak lupa rekan-rekan santren yang kami cinta sayangi
Pertama-tama segala puja puji
syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT. karena dengan lmpahan
RahamtNya kita dapat bertatap muka beradu pandang di tempat yang penuh barokah
ini dengan tujuan yang mulia jiwa kita telah dimantapkan-Nya dalam keinginan
selalui tertuju untuk menuntut ilmu sebagai mana predikat yang kita sebagai
santri.
Limpahan Sholawat terindah dan
termulia semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan sang ibnu Abdillah, pejuang
dalam menegakkan cahaya terang keabadian, yakni Baginda Nabi besar Muhammad
Saw. Sebab berkat perjuangan beliaulah sehingga sampai saat ini kita dapat
merasakan dan menghirup sejuk damainya dunia, kita juga depat membedakan mana yang Haq dan nama yang batil,
dan kita pun dapat teteap memilih satu jalan ''sirotol mustaqim'' yang pasti semua
itu adalah bentuk hasil dari pada perjuangan Beliau baginda Nabi.
Rekan- rekan santri yang kami cinta dan kami sayangi.
Telah
mendarah daging dalam diri kita, selaku hamba Alloh yang dimulyakannya, bahwa Kita
selalu di perintah supaya untuk tetap bertaqwa kepada Allah SWT. Sedangkan esensi takewa adalah
semata-mata kita memurnikan ibadah kita dengan menjahui larangan Alloh serta
mengerjakan apa yang telah menjadi perintah-Nya. Dan di antara jalan menuju
Taqwa itu sangat banyak pilar-pilar atau bagian-bagian yang harus kita penuhi.
di antaranya ialah dengan menegakkan amal ma'ruf nahi mungkar, amar ma'ruf yang berarti
memerintahkan agar seseorang berbuat baik, berbuat kebajikan, dan berbuat yang
di ridho'i oleh Allah SWT. sedangkan nahi mungkar berarti melarang dan mencegah
seseorang untuk berbuat kejahatan maksiat atau berbuat sesuatu yang tidak di
ridhoi Allah.
Menegakkan amar ma'ruf nahi
mungkar ini sangat di anjurkan sekali di dalam agama islam. Karena inti dari
keselamatan seoarang indsan itu ada dua tyang terkandung dalam esensi ketakwaan
yaitu mengerjakan kebaikan yang membuat kita akan menuai paghala serta menjahui
larangan Alloh yang jika kita melanggarnya kita akian mendapatkan sikasaan baik
didunia ini ataupun diakhirat kelak. semakin banyak seseorang yang beramal ma'ruf
nahi mungkar, maka agama islam syiarnya semakin bertambah. begitu pun
sebaliknya di kalau kita sebagi muslim sudah enggan beramal ma'ruf nahi mungkar, maka jangan
harap syiar agama islam akan bertambah dan mencapai masa keemasannya, bahkan
yang terjadi agama islam akan suram karena terlalu banyak orang yang berbuat
maksiat.
Maka sungguh sangat di sayangkan
agama yang dulu terang dengan syiar-syiarnya, kini menjadi suram karena
banyaknya kaum muslim yang tidak menghiraukan dan mengabaikan amar ma'reuf nahi
mungkar, oleh sebab itu bagi setiap kaum muslimin yang mukallaf, baik itu
laki-laki maupun perempuan sudah wajib menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar,
sebab itu hukumnya Fardho Kifayah.
Rosullullah SWT.
bersabda.
Barang siapa di antara kalian
melihat kemungkaran maka hindaknya ia merubah dengan tangannya bila ia tidak
bisa mapu, maka hendaknya dengan lisanya, bila ia masih belum mampu maka
hendaknya dengan hatinya yang demikian itu adalah selemah-lemahnya imam.
Hadis di atau sudah jelas bahwa
dalam keadaan bagaimanapun dan sesulit apapun kita di dalam menegakkan amr
ma'ruf nahi mungkar, kita tida bokeh menyerah dan berputus asa, sehingga di
jelaskan jikalau kemungkaran itu sudah berani menantang . sedangkan kita mampu membasminya
denga kekerasan, kekuatan tangan dan lidah , akan tetapi di khawatirkan bila
terjadi bahaya yanglebih besar terhadap kaum muslimin maka cukup di dalam hati
saja.
Rekan –rekan satri yangberbahgia
Kita lihat
dunia semakin maju dan perkembangan teknologi yang banyak membuat manusia
semakin mementigkan duniawi saja dari pada akhiratnya barang tentu ini semua
manusia membuat dosa dan emakin lupa
sama kewajibannya untuk menegakkan amal ma'ruf nahi mungkar sementara ia tidak
menyadari atau pura-pura tidak mengerti bahwa yang di lakukannya itu perbuatan
dosa.
Setelah melihat keadaan yang
seperti inilah, kewajiban kita untuk memeranginya sebagai upaya memendung ke
maksiatan agar tidak merasa rela ke daerah –daerah yang masih baik, sungguh
mulia pekerjaan ini bila kita sanggup mengatasinya, akan tetapi bila kita diam
saja setelah melihat keadaan yang seperti ini muka kita tergolong orangyan dosa
besar, maka dari itu kalau sudah banyak yang tidak mau beramal ma'ruf naki
mungkar lagi, sudah pasti kejahatan akan meraja lela, sehingga kita akan binasa
di telan kejahatan.
Demikian yang dapat saya
sampaikan kurang lebihnya mohon maaf .
Menjadi Manusia yang Beramal Sholeh
الحمد لله الذى ارشدنا الى
طاعته وزجرنا عن معصيته واشهد ان لا اله
الا الله اقرارا بوحدنيته واشهد ان محمدا رسول الله اعترافا بنبوته والصلاة
والسلام على من ارسله الله لارشاد العباد وعلى اله وصحبه المهتدين الى سبيل الرشاد
Early speech :
kata pembuka termulya, marilah kita panjatkan puja dan puji tasyakkur
kita akan rahmat melimpah yang Alloh SWT senantiasa tumbuhkan diantara uamat
manusia yang memurnikan nilai ibadah hanya terhadapnya, hingga dengan petikan
buah hikmahnya pun kita dapat berkumpul ditempat yang penuh dengan rahmat
malaikat, hingga kita dapat memetik
setiap lembaran hikamah yang insyaalloh yang senantiasa pula Alloh
limpahkan bagi orang-orang yang selalu berusaha untuk mencapainya.
kemudian sholawat salam terhangat marilah kita hatur kan akan
keharibaan baginda yang telah mengarungi luas samudra tantangan, menebas segala
kemungkaran, hingga kita dapat melihat cahaya indah bintang, yang senantiasa
berkilau laksana mutiara yang cemerlang, dan kita pun terdidik menjadi umat
yang senanatia berjalan keararah cahaya yang terang-benderang.
Pada pidato kali ini
kami akan memulai dengan suatu kisah, ''saat suatu hri disiang yang Sangay panas. Allah SWT memerintahkan
malaikat Jibri AS untuk pergi menemui salah satu makhluk-Nya yaitu kerbau dan
menanyakan pada si kerbau apakah dia senang telah diciptakan Allah SWT sebagai
seekor kerbau. Malaikat Jibril AS segera pergi menemui si Kerbau yang tengan
berendam dalam sungai. Malaikat Jibril AS mendatanginya kemudian mulai
bertanya, "hai kerbau apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah SWT
sebagai seekor kerbau". Si kerbau menjawab, "Masya Allah,
alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai
seekor kerbau, dari pada aku dijadikan-Nya sebagai seekor kelelawar yang ia
mandi dengan kencingnya sendiri". Mendengar jawaban itu Malaikat Jibril AS
segera pergi menemui seekor kelelawar.
lantas Malaikat Jibril AS segera
mendatangi seekor kelelawar yang tengah tidur bergantungan di dalam sebuah goa.
Kemudian mulai bertanya kepada si kelelawar dengan pertanya an yang sama "Masya Allah, alhamdulillah, aku
bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor kelelawar
dari pada aku dijadikan-Nya seekor cacing. Tubuhnya kecil, tinggal di dalam
tanah, berjalannya saja menggunakan perutnya", jawab si kelelawar.
Mendengar jawaban itu pun Malaikat Jibril AS segera pergi menemui seekor cacing
yang sedang merayap di atas tanahMalaikat Jibril AS bertanya kepada si cacing,
"Wahai cacing kecil apakah kamu senang telah dijadikan Allah SWT sebagai
seekor cacing". Si cacing menjawab, " Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur
kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor cacing, dari pada
dijadikaan-Nya aku sebagai seorang manusia. Apabila mereka tidak memiliki iman
yang sempurna dan tidak beramal sholih ketika mereka mati mereka akan disiksa
selama-lamanya".Naudzubillahi min dzalik.......