Senin, 02 September 2013

Pidato Bahasa Indonesia



Esensi Takwa


dalam perjuangan Islam



السلام عليكم ورحمة الله وبركاته     
الحمد لله الد وقف من شاء من عباده لاداء فضل الطاعات واكتساب اكمال السعادات. واشهد ان لااله الاالله المتصف بجميع الكمالات واشهد ان شيدنامحمدعبدهورسوله افضل المخلوقات صلى الله عليه وسلموعلى اله واصحابه صلاة وسلاما دا غين ما دامت الارض والسموات
Early speech : Yang kami mulyakan shohibussamahah wasaadah murobbirhbina pengasuh Pomdok Pesantren Assirojiyyah beserta segenap keluarga yang kami mulyakan dan kami taati.
                Yang kami kormati Ketua umum beserta Majlis kelurga juga yang kami kulyakan ketuia Biro Libang sam'an Watoatan.
                Yang kami Kulyakan segenap jajaran asatidz pondok pesantren assirojiyyah.  Juga tak lupa rekan-rekan santren yang kami cinta sayangi
                Pertama-tama segala puja puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT. karena dengan lmpahan RahamtNya kita dapat bertatap muka beradu pandang di tempat yang penuh barokah ini dengan tujuan yang mulia jiwa kita telah dimantapkan-Nya dalam keinginan selalui tertuju untuk menuntut ilmu sebagai mana predikat yang kita sebagai santri.
                Limpahan Sholawat terindah dan termulia semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan sang ibnu Abdillah, pejuang dalam menegakkan cahaya terang keabadian, yakni Baginda Nabi besar Muhammad Saw. Sebab berkat perjuangan beliaulah sehingga sampai saat ini kita dapat merasakan dan menghirup sejuk damainya dunia, kita juga depat  membedakan mana yang Haq dan nama yang batil, dan kita pun dapat teteap memilih satu jalan ''sirotol mustaqim'' yang pasti semua itu adalah bentuk hasil dari pada perjuangan Beliau baginda Nabi.
                Rekan- rekan santri yang kami cinta dan kami sayangi.
                Telah mendarah daging dalam diri kita, selaku hamba Alloh yang dimulyakannya, bahwa Kita selalu di perintah supaya untuk tetap bertaqwa kepada Allah  SWT. Sedangkan esensi takewa adalah semata-mata kita memurnikan ibadah kita dengan menjahui larangan Alloh serta mengerjakan apa yang telah menjadi perintah-Nya. Dan di antara jalan menuju Taqwa itu sangat banyak pilar-pilar atau bagian-bagian yang harus kita penuhi. di antaranya ialah dengan menegakkan amal ma'ruf  nahi mungkar, amar ma'ruf yang berarti memerintahkan agar seseorang berbuat baik, berbuat kebajikan, dan berbuat yang di ridho'i oleh Allah SWT. sedangkan nahi mungkar berarti melarang dan mencegah seseorang untuk berbuat kejahatan maksiat atau berbuat sesuatu yang tidak di ridhoi Allah.
                Menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar ini sangat di anjurkan sekali di dalam agama islam. Karena inti dari keselamatan seoarang indsan itu ada dua tyang terkandung dalam esensi ketakwaan yaitu mengerjakan kebaikan yang membuat kita akan menuai paghala serta menjahui larangan Alloh yang jika kita melanggarnya kita akian mendapatkan sikasaan baik didunia ini ataupun diakhirat kelak.  semakin banyak seseorang yang beramal ma'ruf nahi mungkar, maka agama islam syiarnya semakin bertambah. begitu pun sebaliknya di kalau kita sebagi muslim sudah enggan  beramal ma'ruf nahi mungkar, maka jangan harap syiar agama islam akan bertambah dan mencapai masa keemasannya, bahkan yang terjadi agama islam akan suram karena terlalu banyak orang yang berbuat maksiat.                
                Maka sungguh sangat di sayangkan agama yang dulu terang dengan syiar-syiarnya, kini menjadi suram karena banyaknya kaum muslim yang tidak menghiraukan dan mengabaikan amar ma'reuf nahi mungkar, oleh sebab itu bagi setiap kaum muslimin yang mukallaf, baik itu laki-laki maupun perempuan sudah wajib menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar, sebab itu hukumnya Fardho Kifayah.
Rosullullah SWT. bersabda.
                Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran maka hindaknya ia merubah dengan tangannya bila ia tidak bisa mapu, maka hendaknya dengan lisanya, bila ia masih belum mampu maka hendaknya dengan hatinya yang demikian itu adalah selemah-lemahnya imam.
                Hadis di atau sudah jelas bahwa dalam keadaan bagaimanapun dan sesulit apapun kita di dalam menegakkan amr ma'ruf nahi mungkar, kita tida bokeh menyerah dan berputus asa, sehingga di jelaskan jikalau kemungkaran itu sudah berani menantang . sedangkan kita mampu membasminya denga kekerasan, kekuatan tangan dan lidah , akan tetapi di khawatirkan bila terjadi bahaya yanglebih besar terhadap kaum muslimin maka cukup di dalam hati saja.
                Rekan –rekan satri yangberbahgia
Kita lihat dunia semakin maju dan perkembangan teknologi yang banyak membuat manusia semakin mementigkan duniawi saja dari pada akhiratnya barang tentu ini semua manusia membuat dosa   dan emakin lupa sama kewajibannya untuk menegakkan amal ma'ruf nahi mungkar sementara ia tidak menyadari atau pura-pura tidak mengerti bahwa yang di lakukannya itu perbuatan dosa.
                Setelah melihat keadaan yang seperti inilah, kewajiban kita untuk memeranginya sebagai upaya memendung ke maksiatan agar tidak merasa rela ke daerah –daerah yang masih baik, sungguh mulia pekerjaan ini bila kita sanggup mengatasinya, akan tetapi bila kita diam saja setelah melihat keadaan yang seperti ini muka kita tergolong orangyan dosa besar, maka dari itu kalau sudah banyak yang tidak mau beramal ma'ruf naki mungkar lagi, sudah pasti kejahatan akan meraja lela, sehingga kita akan binasa di telan kejahatan.
                Demikian yang dapat saya sampaikan  kurang lebihnya mohon maaf .



Menjadi Manusia yang Beramal Sholeh
الحمد لله الذى ارشدنا الى طاعته وزجرنا عن معصيته  واشهد ان لا اله الا الله اقرارا بوحدنيته واشهد ان محمدا رسول الله اعترافا بنبوته والصلاة والسلام على من ارسله الله لارشاد العباد وعلى اله وصحبه المهتدين الى سبيل الرشاد
Early speech :
kata pembuka termulya,  marilah kita panjatkan puja dan puji tasyakkur kita akan rahmat melimpah yang Alloh SWT senantiasa tumbuhkan diantara uamat manusia yang memurnikan nilai ibadah hanya terhadapnya, hingga dengan petikan buah hikmahnya pun kita dapat berkumpul ditempat yang penuh dengan rahmat malaikat, hingga kita dapat memetik  setiap lembaran hikamah  yang  insyaalloh yang senantiasa pula Alloh limpahkan bagi orang-orang yang selalu berusaha untuk mencapainya. 
kemudian sholawat salam terhangat marilah kita hatur kan akan keharibaan baginda yang telah mengarungi luas samudra tantangan, menebas segala kemungkaran, hingga kita dapat melihat cahaya indah bintang, yang senantiasa berkilau laksana mutiara yang cemerlang, dan kita pun terdidik menjadi umat yang senanatia berjalan keararah cahaya yang terang-benderang.
 Pada pidato kali ini kami akan memulai dengan suatu kisah, ''saat suatu hri disiang yang Sangay panas. Allah SWT memerintahkan malaikat Jibri AS untuk pergi menemui salah satu makhluk-Nya yaitu kerbau dan menanyakan pada si kerbau apakah dia senang telah diciptakan Allah SWT sebagai seekor kerbau. Malaikat Jibril AS segera pergi menemui si Kerbau yang tengan berendam dalam sungai. Malaikat Jibril AS mendatanginya kemudian mulai bertanya, "hai kerbau apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai seekor kerbau". Si kerbau menjawab, "Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor kerbau, dari pada aku dijadikan-Nya sebagai seekor kelelawar yang ia mandi dengan kencingnya sendiri". Mendengar jawaban itu Malaikat Jibril AS segera pergi menemui seekor kelelawar.
lantas Malaikat Jibril AS segera mendatangi seekor kelelawar yang tengah tidur bergantungan di dalam sebuah goa. Kemudian mulai bertanya kepada si kelelawar dengan pertanya an yang sama  "Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor kelelawar dari pada aku dijadikan-Nya seekor cacing. Tubuhnya kecil, tinggal di dalam tanah, berjalannya saja menggunakan perutnya", jawab si kelelawar. Mendengar jawaban itu pun Malaikat Jibril AS segera pergi menemui seekor cacing yang sedang merayap di atas tanahMalaikat Jibril AS bertanya kepada si cacing, "Wahai cacing kecil apakah kamu senang telah dijadikan Allah SWT sebagai seekor cacing". Si cacing menjawab, " Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor cacing, dari pada dijadikaan-Nya aku sebagai seorang manusia. Apabila mereka tidak memiliki iman yang sempurna dan tidak beramal sholih ketika mereka mati mereka akan disiksa selama-lamanya".Naudzubillahi min dzalik.......