السلام عليكم ورحمة
الله وبركاته
الحمد لله الذى ارشدنا الى طاعته وزجرنا عن
معصيته واشهد ان لا اله الا الله اقرارا
بوحدنيته واشهد ان محمدا رسول الله اعترافا بنبوته والصلاة والسلام على من ارسله
الله لارشاد العباد وعلى اله وصحبه المهتدين الى سبيل الرشاد
Yang kami
hormati para alim ulamak wa-akhossu fidzikri pengasuh madrasah…………………. Alladzi
samikna wa-athokna sam-an watho atan
Yang kami hormati segenap jajaran asatidz
dan pengurus madrasah………………….. Alladzi samikna wa-athokna sam-an watho atan
Dan tak lupa pula kepada semua jajaran
pemerintah baik sipil maupun TNI terutama bapak kepala desa……………………beserta
segenap staf-stafnya, serta para hadirin yang hadir pada saat ini.
Pertama-tama
mari kita haturkan rasa syukur kita kepada Alloh SWT dimana pada sat ini Alloh
telah melimpah ruwahkan rahmat dan inayahnya kepada kita. sehingga kita dapat
bersua pandan dimajlis yang mubaraok ini.
Sholawat dan salam semuga tetap
terlimpahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW. Dimana pada saat ini kami
akan mengenang kembali rasa bahagia kami yang pernah menyelimuti semua hati
para manusia, dimana pada saat itu adalah saat terlahirnya baginda rosululoh
SAW kemuka bumi ini, dengan membawa sejuta rahmat, dan sejuta kebahagiaan, baik
itu bagi keluarga nabi sendiri, dan orang kurais, kenapa demikian? Karena pada
saat lahirnya beliau, sumur-sumur yang awalnya mati, yang manjadi sumber air
bagi orang mekkah, menjadi hidup kembali, mengalir air seperti sedia kala,
tanah yang gersang menjadi subur, akaibat lahirnya baginda nabi, sehingga pada
saat itu rasa panaspun menjadi berkurang.
Para hadirin yang dimulyakan Alloh
Sesungguhnya
orang-orang yang bahagia pada saat itu, adalah orang-orang yang tidak merasa
dirugikan dengan lahirnya bagenda Nabi muhammad SAW kemuka bumi ini. Tapi hal
itu tidak bagi raja Abrahah yang jahat, dimana raja abrahah pada saat lahirnya
nabi Muhammad, mempunyai keinginan untuk menghancurkan Ka’bah dengan membawa
bala tentaranya yang menaiki gajah sangan basar menuju kota makkah, namun
hasrat raja Abrahah tidak dapat direalisasikan sesuai rencana, karena raja
abrahah oleh Alloh dihadang dengan tentaranya yang berupa burung, dimana burung
itu kita kenal dengan burung ababil, mungkin para hadirin disini pernah
mendengar nama burung ababil yang diabadikan oleh Alloh dalam alquran yang
berbunyi,…………………………..(surah anfil dan maknanya)
Hadirin yang dimulyakan
Alloh
Mungkin kalau
kita bicara tentang pembirian nabi Muhammad pada kita, seumur hidup kitapun
kalau digunakan untuk menulis sair tentang beliau tidak akan cukp walaupun
semua air dilaut sana menjadi tintanya, namun kita sebagai orang islam tidak
boleh hanya mengenang, menceritakan, membabgga-banggakan beliau tanpa
mengerjakan apa yang menjadi tujuan utama beliau diutus kemuka bumi ini, dala
sebuah hadist dejelaskanانما بعثت لاتمما مكارم
الاخلاق : yang
artinya wollohu A’lam” sesungguhnya saya diutus hanya untuk menyempurnakan
mulyanya Akhlaq. hadirin yang dimulyakan Alloh. Dalam kehidupan ini kita
selalu ingin dicintai oleh Alloh SWT. Dan tidak seorangpun dari kita umat nabi
Muhammad yang hidup dan ingin dimurka oleh Alloh, betul apa yang saya
katakan? Yang tidak menjawab pasti orang tiu ingin mendapatkan murka dari
Alloh. Jangankan dimurkahi Alloh, dimarahi orang tua saja kita sudah merasa
tidak enak dalam rumah, malu sama kakak kita, malu sama adik kita, malu sama
abang ipar kita, kalau puanya.
hadirin
yang dimulyakan Alloh
Padahal
kalau cuman dimarahi orang tua, itu tidak seberapa malunya, tapi apabila Alloh
yang marah pada kita, padahal semua yang ada
dibumi ini adalah milik Alloh, kemana kita akan lari, kepada siapa lagi
kita akan malu.
hadirin
yang dimulyakan Alloh.
Semua
orang pasti ingin dicintai Alloh, tapi tidak semua orang yang melakukan apa
yang Alloh perintahkan, yang dengan mengerjakan perintahnya kita akan
dicintainya. Begitu juga sebaliknya, semua orang tidak ingin dimurka oleh
Alloh, namun kadang-kadang orang tidak sadar melakukan sesuatu yang
mendatangkan murka Alloh pada dirinya.
hadirin
yang dimulyakan Alloh
Oleh karena itu pada kesempatan
ini saya berpesan kepada dirisaya sendiri dan para hadirin yang hadir pada saat
ini, janganlah kita hanya mengungkapkan rasa cinta kita melewati materi saja,
seperti mengadakan peringatan maulid nabi seperti sekarang ini, dan jangan pula
kita hanya berkata allohumma sholli ala Muhammad, dan oleh orang lain dijawab
Allohumma sholli wasallim wabarik Alaih, tapi mari kita ungkapkan rasa cinta
kita kepada baginda Nabi Muhammad SAW
dengan mengerjakan apa yang menjadi risalahnya kemuka bumi ini, karena apalah
arti hidup seseorang kalau tidak memdapatkan belas kasihan dari Alloh yang
berbentuk rahmat dimuka bumik ini, namun untuk memperoleh rasa kasihan dari
seseorang kita terlebih dahulu memberikan rasa kasih kita kepada orang tersebut
. begitu pula kalau kita ingin memperoleh cinta alloh dan rosulnya, terlebih
dahulu kita memberikan rasa cinta kita kepada Alloh dan rosulnya, dengan
mengerjakan apa yang diperintahkannya dan menjahui semua larangannya, namun
untuk memperoleh rasa cinta Alloh kita harus bisa memproleh rasa cinta Nabi
Muhammad terlebih dahulu, sesuai dengan firman Alloh dalam Al-quran, قل ان كنتم تبون الله فا اتبعونى
يحببكم الله yang artinya
wollohu A’lam, “ katakanlah Muhammad apabila kalian cinta kepada Alloh maka
ikutilah aku maka alloh akan mencintainya,
hadirin yang dimulyakan
Alloh
Mungkin inilah yang bisa saya sampaikan pada para hadirin semua ambillah apa yang baik dari pidato saya dan
buanglah apa yang buruk dari isi pidato saya ini, sesungguhnya saya hanya, wama
alaina illal balaa ghul mubin, saya
hanya menyampaikan tanpa ada maksud apapun, akhirnya, kalau ada sumur
diladang bolehlah kita menumpang mandi, kalau masih ada umur panjang bolehlah
kita ketemu lagi. Wassala Mualaikum Waroh Matullohi wabarpkatuh.
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله
الذى ارشدنا الى طاعته وزجرنا عن معصيته
واشهد ان لا اله الا الله اقرارا بوحدنيته واشهد ان محمدا رسول الله
اعترافا بنبوته والصلاة والسلام على من ارسله الله لارشاد العباد وعلى اله وصحبه
المهتدين الى سبيل الرشاد اما بعد!
Yang kami mulyakan
shohibussamahah wasaadah murobbirubina pengasuh Pondok Pesantren Assirojiyyah beserta segenap
keluarga yang kami taati.
Yang kami hormati Ketua umum beserta Majlis kelurga,
juga yang kami mulyakan ketua Biro Libang yang kami taati sam'an Watoatan.
Yang kami mulyakan segenap jajaran asatidz pondok
pesantren assirojiyyah. Juga tak lupa rekan-rekan santri yang kami cinta
sayangi
Pertama-tama segala puja puji syukur marilah kita
panjatkan kehadirat Allah SWT. karena dengan limpahan RahamtNya kita dapat
bertatap muka beradu pandang di tempat yang penuh barokah ini.
Solawat dan salam semuga tetap terlimpahkan kepada
junjungan kita nabi mohammad Saw. Sebab berkat perjuangan beliaulah sehingga
sampai saat ini kita bisa membedakan mana yang Haq dan nama yang batil.
Rekan- rekan santri yang kami cinta sayangi.
Kita selalu di perintah untuk selalu bertaqwa kepada
Allah SWT. Di antara jalan menuju Taqwa
itu sangatlah banyak sekali, seperti dengan menegakkan amarma'ruf nahi mungkar, amar ma'ruf yang berarti,
memerintahkan agar seseorang berbuat baik, berbuat kebajikan, dan berbuat yang
di ridho'I oleh Allah AWT. sedangkan nahi mungkar berarti, melarang dan
mencegah seseorang untuk berbuat kejahatan maksiat atau berbuat sesuatu yang
tidak di ridhoi Allah.
Rekan- rekan santri yang kami cinta sayangi.
Menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar ini sangatlah di
anjurkan sekali di dalam agama islam, semakin banyak seseorang yang beramar
ma'ruf nahi mungkar, maka agama islam syiarnya akan semakin bertambah. begitu
pun sebaliknya di kalau kita sebagai muslim sudah enggan beramar na'ruf nahi mungkar, mak jangan harap
syiar agama islam akan bertambah kelihatan, akan bertambah menyilaukan, bahkan yang akan terjadi agama islam akan
suram karena terlalu banyak orang yang berbuat maksiat.
Rekan- rekan santri yang kami cinta sayangi.
Sungguh sangat di sayangkan agama yang dulu terang
dengan syiar-syiarnya, kini menjadi suram karena banyaknya kaum muslim yang
tidak menghiraukan dan mengabaikan amar ma'ruf nahi mungkar, oleh sebab itu
bagi setiap kaum muslimin yang mukallaf, baik itu laki-laki maupun perempuan
sudah menjadi lewajibannya untuk menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar, sebab itu
hokumnya Fardho Kifayah.
Rosullullah Awt.
bersabda.
Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran
maka hendaknya ia merubah dengan tangannya, bila ia tidak bisa, maka hendaknya
dengan lisanya, bila ia masih belum mampu maka hendaknya dengan hatinya yang
demikian itu adalah selemah-lemahnya imam.
Hadis di atas sudah jelas bahwa dalam keadaan
bagaimanapun dan sesulit apapun kita di dalam menegakkan amar ma'ruf nahi
mungkar, kita tida bokeh menyerah dan berputus asa, sehingga di jelaskan,
jikalau kemungkaran itu sudah berani menentang. sedangkan kita mampu
membasminya denga kekerasan, kekuatan tangan dan lidah, akan tetapi di
khawatirkan bila terjadi bahaya yang lebih besar terhadap kaum muslimin maka
cukup di dalam hati saja.
Rekan –rekan satri yangberbahgia
Kita lihat dunia semakin
maju dan perkembangan teknologi banyak membuat manusia semakin mementigkan
duniawi saja, dari pada akhiratnya, barang tentu ini semua manusia membuat
dosa dan semakin lupa sama kewajibannya
untuk menegakkan amal ma'ruf nahi mungkar, sementara ia tidak menyadari atau
pura-pura tidak mengerti bahwa yang di lakukannya itu perbuatan dosa.
Setelah melihat keadaan yang seperti inilah,
kewajiban kita untuk memeranginya sebagai upaya memendung ke maksiatan agar
tidak meraja rela ke daerah –daerah yang masih baik, sungguh mulia pekerjaan
ini bila kita sanggup mengatasinya, akan tetapi bila kita diam saja setelah
melihat keadaan yang seperti ini, maka kita akan tergolong orang yang mempunyai
dosa besar, maka dari itu kalau sudah banyak yang tidak mau beramar ma'ruf nahi
mungkar lagi, sudah pasti kejahatan akan meraja lela, sehingga kita akan
binasah di telan kejahatan.
Demikian yang dapat saya sampaikan kurang lebihnya mohon maaf. Apabila ada sumur
diladang bolehlah kita numpang mandi, kalau masih ada umur panjang bolehlah
kita ketemu lagi, akhirnya dari kami peribadi
Wassala Mualaikum Waroh Matullohi wabarpkatuh.
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله
الذى ارشدنا الى طاعته وزجرنا عن معصيته
واشهد ان لا اله الا الله اقرارا بوحدنيته واشهد ان محمدا رسول الله
اعترافا بنبوته والصلاة والسلام على من ارسله الله لارشاد العباد وعلى اله وصحبه
المهتدين الى سبيل الرشاد اما بعد!
Yang kami
hormati para alim ulamak wa akhossu fidzikri pengasuh pondok pesantren Assirojiyyah
beserta segenap jajaran keluarga yang kami taati saman wato atan.
Yang kami hormati segenap jajajran
pengurus dan asatidz pp darut tauhid. Yang kami hormati Dan yang kami taati
Pertama-tama
marilah kita haturkan rasa syukur kita kepada Alloh SWT dimana pada saat ini
Alloh telah melimpah ruwahkan rahmat dan inayahnya kepada kita. sehingga kita
dapat bersua pandan dimajlis yang mubaraok ini.
Sholawat dan salam semuga tetap terlimpahkan
kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW. Nabi penebar syafaat, Nabi pembimbing
umat, kelal dihari kiamat, Dimana pada saat ini kami akan mengenang kembali
rasa bahagiaan kami yang pernah menyelimuti semua hati para manusia, dimana pada
saat itu adalah saat terlahirnya baginda rosululoh SAW. kemuka bumi ini, dengan
membawa sejuta rahmat, dan sejuta kebahagiaan, baik itu bagi keluarga nabi
sendiri, dan orang kurais. kenapa demikian? Karena pada saat lahirnya beliau,
sumur-sumur yang awalnya mati, yang manjadi sumber air bagi orang makah,
menjadi hidup kembali, mengalir air seperti sedia kala, tanah yang gersang
menjadi subur, akaibat lahirnya baginda nabi, sehingga pada saat itu rasa
panaspun menjadi berkurang.
Para hadirin yang dimulyakan Alloh
Sesungguhnya
orang-orang yang bahagia pada saat itu, adalah orang-orang yang tidak merasa
dirugikan dengan lahirnya bagenda Nabi muhammad SAW kemuka bumi ini. Tapi hal
itu tidak bagi raja Abrahah yang jahat,(apakah ada yang tahu siapa abrahah itu?
Ketauan ya yang gak mengacungkan tangan dia pasti tidak tahu siapa itu raja
abrahah). Para hadirin yang dimulyakan alooh. Ketahuilah. raja abrahah pada
saat lahirnya nabi Muhammad SAW, mempunyai keinginan untuk menghancurkan Ka’bah
dengan membawa bala tentaranya yang menaiki gajah yang sangan bassssar sekali,
mereka menuju kota makkah, namun hasrat raja Abrahah tidak dapat direalisasikan
sesuai rencana, karena raja abrahah oleh Alloh dihadang dengan tentaranya yang
berupa burung, dimana burung itu kita kenal dengan burung ababil, (ada yang
tahu burung ababil?) mungkin para hadirin disini pernah mendengar nama burung
ababil yang diabadikan oleh Alloh dalam alquran yang berbunyi
الم تر
كيف فعل ربك باصحاب الفيل
#الم يجعل
كيدهم فى تضليل# وارسل عليهم طيرا ابابيل ترمهم بهحارتهم من سجّيل
فجعلهم كعصف مأكول# ترميهم
بهجارتهم من سجيل
Yang artinya wollohu a’lam
Hadirin yang dimulyakan Alloh
Mungkin kalau
kita bicara tentang pemberian nabi Muhammad pada kita, seumur hidup kitapun
kalau digunakan untuk menulis sair tentang beliau tidak akan cukp walaupun
semua air dilaut sana menjadi tintanya, namun kita sebagai orang islam tidak
boleh hanya mengenang, menceritakan, membabgga-banggakan beliau tanpa
mengerjakan apa yang menjadi tujuan
utama beliau
diutus kemuka bumi ini, dalam sebuah hadist
dejelaskanانما
بعثت لاتمما مكارم الاخلاق :
yang artinya
wollohu A’lam” sesungguhnya saya diutus hanya untuk menyempurnakan mulyanya
Akhlaq. hadirin yang dimulyakan Alloh. Dalam kehidupan ini kita selalu
ingin dicintai oleh Alloh SWT. Dan tidak seorangpun dari kita umat nabi
Muhammad yang hidup dan ingin dimurka oleh Alloh, betul apa yang saya
katakan? Yang tidak menjawab pasti orang tiu ingin mendapatkan murka dari
Alloh. Jangankan dimurkahi Alloh, dimarahi orang tua saja kita sudah merasa
tidak enak dalam rumah, malu sama kakak kita, malu sama adik kita
hadirin yang
dimulyakan Alloh
Oleh karena itu pada kesempatan ini saya berpesan kepada dirisaya
sendiri dan para hadirin yang hadir pada saat ini, janganlah kita hanya
mengungkapkan rasa cinta kita melewati materi saja, seperti mengadakan
peringatan maulid nabi seperti sekarang ini, dan jangan pula kita hanya berkata
allohumma sholli ala Muhammad, dan oleh orang lain dijawab Allohumma sholli
wasallim wabarik Alaih, tapi mari kita ungkapkan rasa cinta kita kepada baginda Nabi Muhammad, dengan
mengerjakan apa yang menjadi risalahnya kemuka bumi ini, karena apalah arti
hidup seseorang kalau tidak memdapatkan belas kasihan dari Alloh yang berbentuk
rahmat dimuka bumi ini, namun untuk memperoleh rasa kasihan dari seseorang kita
terlebih dahulu memberikan rasa kasih kita kepada orang tersebut . begitu pula
kalau kita ingin memperoleh cinta alloh dan rosulnya, terlebih dahulu kita
memberikan rasa cinta kita kepada Alloh dan rosulnya, dengan mengerjakan apa
yang diperintahkannya dan menjahui semua larangannya, namun untuk memperoleh
rasa cinta Alloh kita harus bisa memproleh rasa cinta Nabi Muhammad terlebih
dahulu, sesuai dengan firman Alloh dalam Al-quran, قل ان كنتم تبون الله فا اتبعونى يحببكم الله yang artinya wollohu A’lam, “ katakanlah
Muhammad apabila kalian cinta kepada Alloh maka ikutilah aku maka alloh akan
mencintainya,
hadirin yang dimulyakan Alloh
Mungkin inilah yang bisa saya sampaikan pada para hadirin semua, ambillah apa yang baik dari pidato saya dan
buanglah apa yang buruk dari isi pidato saya ini, sesungguhnya saya hanya, wama
alaina illal balaa ghul mubin, saya
hanya menyampaikan tanpa ada maksud apapun, akhirnya, kalau ada sumur
diladang bolehlah kita menumpang mandi, kalau ada umur panjang bolehlah kita
ketemu lagi. Wassala Mualaikum Waroh Matullohi wabarpkatuh.
عليكم ورحمة
الله وبركاته
الحمد الله
الذى خلق الإنسان
فى أحسان تقويم وجعله خليقة
على العالمين ليكون
على المنكر معرضين
وعلى الإحسان عاملين
والصلاة
والسلام على سيد
المرسلين محمد الأمى
القائل إذا رائي
احد منكم منكرا
فليغير بيده وانلم
يستطع فبلسانه وان
لم يستطع فبقلبه وذلك اضعاف
الامان اما بعد
Yang saya
muliakan para alim ulama’ terkhusus pengasuh Madrasah
Ibtidaiyah...............beserta segenap keluarga yang saya hormati dan saya
to’ati حفظهم
الله فى الدرين امين
Segenap jajaran asatizd dan pengurus
Madrasah Ibtidaiyah ........................ beserta rekan-rekan santri se-iman
dan se-perjuangan رحمكم الله
Segenap aparatur pemerintah baik
sipil maupun meliter terutama bapak Kepala Desa ..........................
beserta segenap perangkatnya yang saya hormati.
Den segenap undangan wali santri
maupun simpatisan yang saya muliakan.
Al-hamdulillah, tiada ucap yang lebih inda
selain untaian tahmid memuji kehadirat Alloh Saw sebagai wujud syukur kita atas
segala nikmat yang telah Alloh limpahkan kepada kita seklain.
Seholawat serta salam semoga tetap
tercurahkan keharibaan baginda Nabi Besar Muhammad Saw, satu-satu nabi yang
meraih kesuksesan gemilang dalam waktu yang amat singkat, hingga sampai detik
ini “ al-Hamdulillah “ kita masih menjadi hamba Alloh dalam artian yang
sebenarnya, oleh karena itu sudah sepantasnya kita bersalawat mendo’akan beliau
sebagai ungkapan terima kasih yang amat dalam.
Hadirin para undangan dan
adik-adik santri rohimakumulloh.
Dalam islam kita sangat dianjurkan
untuk senantiasa menuntut ilmu, mulai dari gendongan ibu sampai kelak kita
masuk keliang kubur, oleh karena itu Alloh sangat memuliakan orang-orang yang
selalu mengisi dirinya dengan ilmu-ilmu agama, sa-engke edelem hadits epon
kanjeng Nabi adebu: tadek eduyyah nikah kejebenah oreng se-ngajer ben
oreng-oreng se-ajer, mon epamadureh pole: tak eanggep oreng kajebenah oreng
se-ngajih ben oreng se-molang, mon e-pamadureh pole: coma se-ngajih sareng
oreng se-molang sareng Alloh se-anggep oreng, se-lain...?! tak oneng pola e-anggep reng-orengn..!. Yang demikian itu
adalah gambaran betapa besar keutamaan dan fahala orang yang menuntut ilmu dan
mereka yang mengajarkan ilmunya, deddih ta-potranah sampeyan se-ngajih neng
madrasah ka’dintoh insya-Alloh sareng Alloh bekal e-genjereh kalaben genjeren
se-rajeh, sapanekah juken oreng sepponah, manabih gi’ odik maka sareng Alloh
bekal e-pajember odi’ epon, manabih ampon sedeh insya-Alloh norok cellep
e-delem kobureh, tapeh sabelikkeh, manabih anak epon sampe’ buduh, tak oneng
elmoh agemah, se-etabeng namong ijazah, saengge ebedenah car-kacer tak paraduh
mongku Alloh, kong-langkong sampe’ ngalakonih maksiat, makah oreng sepponah
jugen miloh, sa-odik odik’in tak bekal jember, sa-sedeh e-kerem apoi sareng
anak epon, le...! nikah anak mon lakadung sala teponah!. Para
rabu se-padeh mioleh. Benni pas e-larang asakolah umum, ngereng, nyatoreh
male padeh ekolleh, tapeh elmoh agemanah je’ sampe’ ekaloppaeh, kernah coma
elmoh agemah se-bekal nyalamat-aki abe’ pagi’ neng areh qiamat, duh napah
artenah ageduwih anak atitel doktor, insinyur, profisor lamun tak bisa
aduwe’agi oreng, tak oneng maos: Robbigh firli wa liwalideyya, percoma akeduwih
anak nga’ nekah, agu’an tak akeduwih anak male tak wet-rowet.
Permilah derih ka’dintoh mompong ki’
tak terlambat ngereng pangajih potranah, je’ sampe’ kauleh sadejeh dedih oreng
se-kastah paki’ neng ajunan epon Alloh swt, sabeb tadek kabungaan se langkong
rajeh kajebenah akeduwih anak soleh, se-ngabekteh de’ reng seppo duwek, ben tak
mungkin anak deddih soleh manabih tek oneng elmoh agemah, aduh punganah reng
sepponah andik anak soleh, gurunah sanajjen tak noro’ andik anak ngampong punga
skaleh, sabeb manabih anak kelle’ alakuh kabegusen kurunah miloh dek kenjernah,
akitih Ustadz ...................... ka’disah punga manabih ageduwi santrenah
se-deddih anak se-soleh, enggi termasok kauleh, kauleh norok punga sabeb kauleh
e-tugas derih ponduk kanggui apentoh ngajer neng lembaga pendidikan ka’dintoh,
sanajjen kauleh dibi’ ki’ tak ro-karoan, sae derih ka-elmuan kauleh ki’ tadek
pana-panah, derih segi pola tengka, kauleh dibi’ ki’ aromasah tak teppa’ alias
sekkut den-beden, enggi.... mon ca’ epon oreng ustazd, mon pola tengkanah ama
sekali tidak mencerminkan tingkah laku seorang ustazd.
Milanah derih ka’
dintoh, slama sa taon kauleh along polong sareng masyarakat ka’dintoh, ampon
tantoh beden kauleh benyyak ngalakonih tengka-tengka se-tak perjugeh, sae
esangaja otabeh loppah, sae aropah debuen se-nyinggung otabeh nyake’eh atenah
masyarakat ka’dintoh kong-langkong beleh tatanggkeh e-sakitar madrsah, otabeh
aropah pola tenggka se-korang patot monggu masyarakat ka’dintoh beden kauleh
atas nyamah guru tugasen nyo’on saporah se-tade’ betesseh, jukenan kauleh
nyo’on dek masyarakat ka’dintoh, manabih tengka kauleh tak patot maka ce’sampe’
beh-ngibeh ponduk, sabeb tengka-tengka se-tak sae ka’dintoh murnih meddel derih
pribadi beden kauleh dibi’ benni derih ponduk, sabeb kuruh sareng ponduk kauleh
slalu adidik beden kauleh kadih napah pola tengka se-sae, kadih napah akhlak
se-moljeh, engki.... serrenah kauleh manussah, se-tak lopot derih ka-kaleroan
sareng ka-salaan, saengge meddel pola tengka se-korang sae sareng korang per
jugeh, tapeh panjennengan sadejeh je’ sampe’ akeduwih prasa’an “ enga’ roah roh
mon santreh Assirojiyyeh...! nikah nyamanah
maes juko’ sa bak, jek maesen jukok sa ebbak ki...., sabeb tak sadejenah
santreh Assirojiyyah akeduwih pola tengka se-akadih guleh, manabih guleh ngara
keng teppa’ santreh se-lopot. Hadirin rohimakumulloh. Saumpamah
masyarakat ka’dintoh akeduwin sangkot-paot sareng beden kauleh, nikah sa-
ompamanah enggi, nyatanah kauleh dibi’ sa-abiddeh sataon tak manggi debuen
kasar otabeh perlakuan se-tak sae derih masyarakat ka’ dintoh se-etojjuaki de’
beden kauleh, le.... saompamah bedeh, makah kalaben ateh ikhlas beden kauleh
siap nyaporah dunyyah wal akhirat, kadih napah saos kasala’nan epon, sae kene’
otabeh rajeh, e-sangaja otabeh bunten, ngereng patang saporah enggi... saengge
paki’ kauleh sadejeh ebektoh ngadep de’ ajunan epon Alloh tak ageduwih sangkot-paot
antarah sittung sareng se-laen, sabeb se-anyamah hak ademi ka’dintoh pak...
buk... aropa’aki sittung tanggungan se-sanget berre’ mongku ajunan epon Alloh
Swt, laen sareng dusah se-aropah hakkulloh, yekni dusah de’ Alloh, ken atobet
kalaben taubetan nasuha yekni onggu-onggu atobet, aromasah kastah sareng
anjenjih kaanggui tak abeli’ih pole, insya-Alloh, Alloh nyaporah, laen sareng
dusah se berhubungan sareng padeh manusanah, se-edebuaki hakkul ademi, sanajjen
atobet nyongsang-nyonglet, manabih oreng se-ekaniajeh tak nyaporah, makah Alloh
tak pekal nyaporah, le.... nikah
berre’en hakkul ademi mak..!
Bahkan dalam petikan hadisnya
Rosululloh oneng mareksanih de’ sahabeddeh: Apanapah oneng sampeyan sadejeh,
paserah se-edebuaki oreng bangkrut..? e-bektoh nikah sohabet ajeweb kalaben
jeweben se-ana-bernah. Bedeh sa-ajeweb: Oreng bangkrut kandintoh Rosululloh
oreng se-degengnah tak pajuh, bedeh se-jeweb pola: Oreng bangkrut kandintoh
kanjeng Nabi oreng se-dedengnah tonah alis tadek bedenah, sittunggah ajeweb:
Oreng bangkrut kandintoh Rosululloh oreng se-dunyyanah ela-loah oreng, mator
pole se-laen: Oreng bangkrut kandintoh Rosul oreng se-tak andi’ dunyyah sama
sakaleh alias oreng misken. Namung akherrah sohabet sapakat ajeweb:
“
Allohu we Rosuluhu a’lamu “ coma Alloh sereng Rosul epon se-oneng. Pas
adebu Rosulluloh: Se-anyamah oreng bangkrut jriyah sohabet benni oreng
se-dedengnah tak pajuh, benni oreng se-dedengnah tonah, benni oreng
se-dunyyanah ela-lolah oreng, jukenan benni oreng se-tak andi’ dunyyah, benni...!
tapeh oreng bangkrut jriyah oreng se-neng areh kiamat pagi’ abektah genjeren
e’bedenah de’ ajunan epon Alloh, mator oreng gelle’: Ya Alloh...! ka’dintoh
genjeren sholaddeh abdinah, ka’dintoh genjeren pasanah abdinah, ga’dintoh
kenjeren zekaddeh abdinah, ka’dintoh genjeren hajjinah abdinah, sa-engge oreng
kelle’ akeduwin kenjeren gse-sanget benyyak, tapeh tak abid derih ka’dintoh,
deteng sittung oreng mator de’ ajunan epon Alloh swt. Ya Alloh...! lerres
ka’dintoh kabulenah Ajunan se-lakar lakar kenceng ibede, soladdeh bejeng, derih
se-fardo sampe’ nat-sonnadeh tak pernah etinggel, lerres ya Alloh...! ka’dintoh
lakar kabulenah ajunan se-lebur apasah, molaeh pasah romadonah sampe’
sennin-kemmisseh tak oneng edinah, ka’ dintoh juken kabuleh se-lambe’ tor
dermawan, segud abentoh paker misken, oreng panikah jugen hajji li-beliyen de’
Mekka, tapeh oreng nikah oneng yake’en abdinah ya Alloh...! tak kalaben jelen
hak abdinah ecak-koca’eh bektoh e-dunyyah, abdinah sake’ ateh ya Alloh...!,
samangken abdinah nyo’on ka-adilen derih Ajunan, Alloh pas mareksane de’oreng
gelle’. Hei fulan..? Apa bender be’nah bektoh e-dunyyah nyake’en oreng
reyah...?! oreng kelle’ adebu. Enggi ya
Alloh, cebunah Alloh. Begi kenjernah be’nah de’ oreng jeriyah pas kala’ dusanah
oreng jeriyah. Tak abit deteng pole oreng lain mator de’ ajunan epon Alloh. Ya
Alloh...! Lerres ka’dintoh kabulenah Ajunan se-benyyak ebede, tapeh oreng nikah
bektoh e-dunyyah oneng afitna abdinah ya Alloh, sa-engge abdinah deddih jube’
nengh masyarakat, abdinah sake’ ateh, abdinah tak rido tor tak nyaporah,
samangken abdinah nyo’on ka-adilen derih Ajunan, epondud pole kenjernah
eparengaki de’ oreng kelle’, seddeng dusanah oreng se-efinah etompo’agi de’
oreng sa-afitnah. Tak abit deteng pole oreng laen adebu. Lerres ye Alloh
ka’dintoh kabulenah ajunan se-benyyak ebede, tapeh oreng nikah oneng mokol
abdinah bektoh edunyyah tak kalaben hak ya Alloh, samangken abdinah nyo’on
ka-adilen ya Aloh, e-kalak pole
genjernah e-parengagi de’ oreng se-epokol, seddengan dusanah e-tompok de’oreng
se-mokol, ben sapanekah saterrosseh, sampe’ genjern berse dusanah nompo’ le...
serrenah dusah nompok kenjeren berse, sareng malaikat pas e-yontalagi sde’
narakah. Neng akher debunah Rosululloh moler sambih adebu: Neng areh jriyeh
sohabet, tade’ se-bisa nolongin abe’ kajebenah amal ebdenah beng-sebeng,
jugenan tade’ sa-bisa macalak’ abe’ kajebenah dusanah beng-sebeng se-esambih
derih dunyyah.
Hadist ka’dintoh minangkah gemberen
de’ beden kauleh sadejeh, bahwa hak ademi aropa’agi sittung dusah dse pagi’
bekal dimintai pertanggung jawa di hadapan Alloh swt, milanah derih ka’dintoh
ngereng kauleh sadejeh pajember ateh palapang dedeh ka-anggui patang saporah,
je’ sampe’ e-antaranah kauleh sadejeh deddih calaka’ amarkeh sala sittungah tak
nyaporah.
Hadirin para rabbu se-beden
kauleh amolje’aki.
Se-keng-bingkeng beden kauleh nyo’on
de’masyarakat ka’dintoh, mabih tapanggi sareng beden kauleh eka’ dimmah saos
nyo’on sapa’aki enggi.... tako’ guleh kalep otabeh loppah, pas tak nyapah
kintoh benni keng sombong gi...., benni keng sombong.
Jukenan manabih madrasah ka’dintoh
ki’ mondudeh guru tugas derih Ponduk Pasantren Assirojiyyeh, kuleh aduweh de’
Pangeran malar mander kengengah guru tugas se-langkong sae katembeng beden
kauleh, sae derih elmonah otabeh pola tengka.
Namong saka’dintoh derih beden kauleh, sala-lopodeh
nyo’on saporah se-rajeh-rejeh epon. Akherah: Tsummas-salamu’alaikum wa
rohmatullohi wabarokatuh.